Alasan Banyak Orang Tertipu di Internet, Apa Saja?

Alasan Banyak Orang Tertipu di Internet, Apa Saja?

Ada sejumlah alasan mengapa banyak orang bisa tertipu di Internet. Meski terlihat tidak masuk akal, realitanya korban dari penipuan di dunia maya masih sangat tinggi. Pakar cyber Ismail Fahmi pun membeberkan sejumlah fakta terkait hal ini. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Alasan Banyak Orang Tertipu di Internet

Ilustrasi Pria Korban Penipuan via Telepon
(Sumber: www.pexels.com)

Menurut Ismail Fahmi, perkembangan teknologi yang sangat pesat berimbas pada semakin mudahnya penipuan. Para penipu tak perlu lagi keluar rumah, cukup dengan mengirim e-mail, SMS atau telepon, mereka sudah bisa mendapatkan korban.

Mengutip dari CNBC Indonesia, berikut alasan mengapa masih banyak orang tertipu di internet :

  1. Kurangnya Kewaspadaan
  2. Mudah Terpedaya
  3. Tidak Memeriksa Informasi yang Diterima
  4. Maraknya Oknum-Oknum Penipuan Online

1. Kurangnya Kewaspadaan

Kurangnya rasa waspada ini menjadi faktor penting mengapa masih banyaknya kasus korban penipuan yang terjadi di internet. Biasanya seseorang yang kurang waspada bisa dengan mudah memberikan informasi penting kepada orang tak dikenal dan atau mengisikan biodata diri melalui link atau website mencurigakan.

2. Mudah Terpedaya

Ketika korban mendapatkan SMS atau telpon bahwa korban memenangi hadiah/undian, tak jarang masih ada saja orang yang percaya dan dengan mudahnya terpedaya. Tentu saja hal ini memudahkan pelaku untuk melancarkan aksi-aksi selanjutnya, karena pelaku sudah mendapatkan target yang mudah untuk ditipu.

3 Tidak Memeriksa Informasi yang Diterima

Hal ini rasanya sudah sangat lumrah terjadi di kalangan masyarakat kita, sehingga tak heran jika masih banyak korban penipuan yang terjadi di internet. Perlu di garis bawahi, bahwa kita harus senantiasa mengecek dan memeriksa kembali informasi-informasi yang sudah kita terima dan jangan percaya begitu saja. Apalagi jika informasi tersebut berasal dari iorang yang tidak kita kenal atau website yang tidak jelas kredibilitasnya

4. Maraknya Oknum-Oknum Penipuan Online

Maraknya pelaku penipuan online ini juga merupakan penyebab mengapa masih banyak orang tertipu di internet. Semakin banyak oknum, maka kemungkinan orang tertipu di internet juga semakin tinggi.

Dari beberapa hal yang melatarbelakangi, tentu saha kita juga harus mengetahui bentuk-bentuk atau modus penipuan yang banyak terjadi di internet. Apa saja? Berikut admin sudah merangkum beberapa diantaranya.

Modus-Modus Penipuan di Internet

Berikut adalah modus-modus penipuan di internet yang sebaiknya Anda waspadai.

1. Meminta Selfie dengan Kartu Identitas Diri

Banyak orang yang tak mengerti bahayanya foto selfie atau swa foto dengan kartu identitas diri (KTP). Kalau sampai foto ini dipegang orang lain, Anda bisa saja jadi korban penipuan. Sebagai contoh, pelaku bisa mendaftar pinjaman online dengan foto yang Anda berikan. Alhasil, Anda yang tidak tahu apa-apa akan ditagih untuk membayar angsuran pinjaman, padahal Anda sama sekali tidak meminjam uang ke lembaga apapun.

2. Penipuan lewat WhatsApp

Berhati-hatilah jika ada pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal. Apalagi jika ada tautan (link) pada pesan tersebut. Jika Anda meng-klik tautan itu, data pribadi Anda di ponsel bisa diambil penipu. Data-data ini bisa saja adalah dompet digital, rekening m-banking, dan lain sebagainya. Tanpa Anda sadari saldo di dompet diital dan rekening m-banking ada sudah raib diambil oleh pelaku. Biasanya, pesan-pesan penipuan ini berisi diskon, promosi, hadiah atau meminta kode OTP (One Time Password). Jika Anda mendapatkan pesan tersebut, abaikanatau hapus saja pesan tersebut.

3. Penipuan lewat E-mail

Modusnya mirip dengan isi pesan WhatsApp, hanya dikirim ke e-mail. Intinya, Anda akan mendapatkan e-mail yang berisi tautan tertentu. Masalahnya, tautan ini bisa mencuri data pribadi Anda untuk disalahgunakan. Biasanya, e-mail ini cukup mencurigakan karena isinya undian hadiah. Selain itu, ada juga pesan tawaran lowongan pekerjaan, data perbankan, toko online, dan lain-lain.

4. Penipuan Atas Nama Lembaga Perbankan

Selain telepon dan SMS, terkadang penipu yang mengaku dari perbankan mengirim pesan WhatsApp. Isinya adalah agar korban memperbarui data-datanya. Masalahnya, data ini sebenarnya akan diambil penipu. Tujuannya tentu saja adalah demi menguras isi rekening korban. Jika Anda ingin memperbarui data bank, sebaiknya datang langsung ke bank. Jangan melakukannya secara online.

5. Penipuan Atas Nama Anggota Keluarga

Cara ini cukup sering digunakan oleh oknum penipuan online. Umumnya pelaku akan berpura-pura menjadi orang dari kepolisian yang kemudian mengirimkan sms atau telpon bahwa anggota keluarga korban sedang berada di kantor polisi dan meminta sejumlah uang tebusan agar terhindar dari masalah. Ada juga yang mengaku sebagai teman korban yang sedang kecelakaan dan butuh dana cepat untuk pengobatan. Sehingga korban akan segera mengirimkan sejumlah uang yang dibutuhkan, karena merasa kasihan dan tidak tega

Tips Menghindari Penipuan di Internet

Hal-hal ini bisa Anda terapkan untuk menghindari berbagai macam bentuk penipuan di internet, diantaranya :

  1. Jangan mudah percaya dengan SMS undian berhadiah
  2. Periksa nomor telpon dan rekening sebelum Anda melakukan transaksi
  3. Pastikan semua akun digital Anda memiliki password yang kuat
  4. Memahami pentingnya merahasiakan kode One Time Password (OTP)
  5. Jaga kerahasiaan data pribadi Anda
  6. Jangan sembarangan mengunduh dan menginstall aplikasi dari internet
  7. Hindari link dan website yang mencurigakan
  8. Selalu Logout akun digital pribadi Anda

Jika sampai Anda menjadi korban penipuan. Segera laporkan hal ini ke polisi. Selain itu, laporkan juga rekening bank tempat Anda mengirim uang agar bisa segera diblokir. Anda juga bisa langsung mengecek nomor telpon, nomor rekening dan melaporkan penipuan di Kredibel.

Meski terlihat sepele, hal ini bisa membantu banyak orang. Mereka akan tahu ada modus penipuan serupa dan tidak akan mudah menjadi korban. Semoga dengan Anda memberitahu dan membagikan info ini kepada orang lain, semakin banyak orang yang teredukasi dan kasus penipuan online bisa menurun.

Apakah Anda memiliki pengalaman dengan percobaan penipuan di internet? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar, ya?

Sekian, semoga bermanfaat!

Sumber: Cermati, CNBC Indonesia

Baca Juga: Cara Melaporkan Penipuan Online, Cukup Sekali Klik!