Ilustrasi Seseorang Melakukan Phishing

Apa Itu Phishing, Contoh, dan Cara Menghindarinya

Apa itu phishing? Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh mereka yang tidak tahu tentang salah satu kejahatan siber ini. Masalahnya adalah phishing bisa berujung pada penipuan yang bisa sangat merugikan. Lantas, sebenarnya apa itu phishing dan seperti apa sih contoh-contohnya?

Apa Itu Phishing dan Apa Tujuannya?

Phishing adalah salah satu tindak penipuan yang menyedot informasi data pribadi seseorang. Data yang diambil bisa berupa nama, usia, alamat, password, username media sosial, dan lain-lain. Masalahnya, jika sampai username dan password data finansial diambil, bisa bahaya. Uang tabungan, kartu kredit, dan lain-lain bisa saja disalahgunakan orang lain.

Seperti apa sih tindakan phishing? Biasanya, pelaku akan membuat korban tertarik untuk membuka tautan tertentu. Tautan ini seperti berasal dari institusi resmi. Padahal, jika diklik, akan langsung secara otomatis menyedot data pribadi yang ada di e-mail, ponsel, dan lain-lain.

Berdasarkan laporan pada 2020, 32 persen aksi pencurian data adalah phishing. Bahkan, di awal tahun ini saja, lebih dari 160 ribu kasus phishing berhasil memakan korban. Seringkali, yang dijadikan sasaran adalah penipuan secara finansial.

Apa Saja Jenis Phishing

Berikut adalah beberapa jenis aksi phishing yang wajib Anda waspadai.

  • E-mail. Ada jutaan email palsu yang dikirim setiap hari demi menyedot data pribadi pengunanya. Jika Anda tidak cermat dan sembarangan meng-klik tautan dalam e-mail, maka Anda pun akan jadi korban.
  • Spear Phishing. Jika pelaku sudah mendapatkan informasi dasar dari korban seperti nama dan alamat, maka akan menargetkannya. Pelaku akan mengirim e-mail untuk menyedot data korban.
  • Whaling. Korban aksi phishing ini adalah orang-orang dari kalangan kelas atas, pemilik bisnis, direktur, dan sejenisnya.
  • Web Phishing. Web phishing dilakukan dengan membuat situs palsu yang seakan-akan mirip dengan situs aslinya. Korban yang membuka akan menjadi korban.

Contoh Phishing

Ada beberapa contoh aksi phishing yang sebaiknya Anda waspadai. Sebagai contoh, tiba-tiba Anda mendapatkan pesan dari SMS atau Whatsapp. Hanya, pesan ini berasal dari orang yang tidak dikenal. Pesan ini berisi tautan tertentu. Ternyata, tautan ini adalah situs palsu yang ditujukan untuk menyedot data pribadi Anda.

Masalahnya, tak hanya data pribadi, bisa jadi dompet digital juga akan terambil. Data lain seperti kartu kredit atau nomor rekening juga bisa diakses. Tabungan pun bisa ludes dilahap pelaku penipuan.

Tips Menghindari Phishing

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari phishing. Berikut adalah cara-cara tersebut.

  • Sering-seringlah membaca informasi terkait dengan phishing dan perkembangan terkininya. Anda pun tidak akan mudah jadi korban karena sudah tahu modusnya.
  • Jangan sembarangan asal klik tautan dari SMS, Whatsapp, atau E-mail.
  • Selalu cek dulu situs yang akan Anda akses. Biasanya, situs-situs yang dengan https sudah memberikan keamanan dengan baik.
  • Pastikan untuk selalu update browser baik itu di ponsel atau di komputer. Biasanya, pembaruan browser juga dilengkapi dengan peningkatan keamanan. Browser akan memberikan tanda jika sebuah situs dianggap berbahaya atau berpotensi melakukan phishing.
  • Selalu cek akun-akun Anda, baik itu media sosial, dompet digital, toko online, dan lain-lain. Pastikan tidak ada yang memakainya selain Anda.

Selain mencegah jadi korban phishing, Anda juga harus mencegah penipuan lainnya. Khususnya yang terkait dengan pengiriman uang lewat rekening bank. Sebelum mengirim, pastikan mengecek nomor rekening tujuan di sini dahulu. Hal ini akan membuat Anda tahu apakah nomor rekening penerima berpotensi melakukan penipuan atau tidak.

Apakah Anda pernah mendapatkan pesan atau SMS yang mencurigakan dan berpotensi phishing? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar, ya?

Baca juga: Penipuan Berkedok Investasi Saham.