Penipuan Investasi Skema Ponzi

Apa Itu Skema Ponzi dan Bagaimana Menghindarinya?

Apa itu skema Ponzi? Pertanyaan ini sering muncul dari mereka yang akan menjalani bisnis multi-level marketing (MLM). Banyak yang khawatir jika bisnis yang mereka jalani ternyata menerapkan skema ini sehingga akhirnya akan berujung pada investasi bodong. Lantas, sebenarnya, seperti apa itu skema Ponzi?

Apa Itu Skema Ponzi dan Contoh Kasusnya

Kasus investasi bodong di Indonesia ternyata banyak yang memakai skema Ponzi. Masalahnya, meski sudah berulang kali terjadi, korbannya tetap saja banyak. Bahkan, jumlah kerugiannya tak main-main, bisa mencapai miliaran Rupiah.

Berikut adalah beberapa contoh dari investasi bodong yang memakai skema Ponzi di Indonesia.

First Travel

Kasus penipuan investasi First Travel sempat sangat menghebohkan masyarakat Indonesia. Banyak sekali Jemaah yang tertipu. Padahal mereka sudah menabung bertahun-tahun hanya demi beribadah di tanah suci.

Usut punya usut, First Travel ternyata memberangkatkan Jemaah yang sebelumnya mendaftar dengan uang yang mendaftar belakangan. Uang ini pada akhirnya habis sehingga banyak Jemaah yang akhirnya terlantar.

MeMiles

Investasi MeMiles sangatlah menggiurkan, khususnya bagi mereka yang memiliki uang banyak. Hal ini disebabkan oleh adanya perjanjian akan mendapatkan sebuah mobil mewah seharga Rp 1,3 miliar. Mobil ini bisa didapat asalkan konsumen melakukan top up Rp 30 juta. Sementara, konsumen yang melakukan top up 100 juta bisa mendapatkan Lamborghini.

Ternyata, investasi ini hanyalah penipuan. Banyak korban yang sama sekali tidak mendapatkan mobil yang diinginkan. Pendirinya bahkan kini mendekam di penjara.

Q-Net

Kedoknya adalah bisnis multi-level marketing (MLM). Hanya, anggotanya dijanjikan akan mendapatkan keuntungan hingga miliaran Rupiah hanya dalam tempo satu tahun. Sayangnya, bisnis ini hanyalah mengumpulkan dana dari korbannya saja. Satgas Waspada Investasi bahkan menyebut bisnis ini sebagai investasi yang ilegal.

Pandawa Group

Pada 2017 lalu, Pandawa Group sempat memicu kehebohan di kawasan Depok, Jawa Barat. Bisnis berkedok koperasi ini menawarkan investasi menggiurkan. Korban dari investasi yang tidak memiliki badan hukum ini ribuan orang. Kerugiannya? Hampir Rp 3 triliun!

Menghindari Investasi Bodong dengan Skema Ponzi

Sebelum menjadi korban, sebaiknya Anda memahami tanda-tanda investasi bodong dengan skema Ponzi. Berikut adalah ciri-cirinya.

1. Menawarkan Keuntungan Berlipat Dalam Tempo Singkat

Tujuan dari investasi memang mendapatkan keuntungan. Hanya, investasi yang wajar tidak akan berani menawarkan keuntungan sangat besar. Apalagi jika temponya sangat singkat. Jika ada tawaran bombastis seperti ini, ada kemungkinan bisnis ini menjalankan skema Ponzi yang berbahaya.

2. Produk yang Ditawarkan Bisnis Skema Ponzi Tidak Jelas

Jika Anda ikut bisnis MLM, pastikan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan jelas. Pastikan juga ada pelatihan agar Anda memiliki pengetahuan tentang produk tersebut. Jika produknya tidak jelas dan lebih menekankan perekrutan anggota baru, bisnis menjalankan skema Ponzi.

3. Keuntungan Besar Didapat di Awal, Tapi Kemudian Macet

Demi mengiming-imingi anggota baru, keuntungan besar biasanya diberikan di awal. Apalagi jika seseorang berhasil menggaet anggota baru. Namun, setelahnya, keuntungan tidak dibagikan dengan adil. Biasanya karena dananya memang sudah diambil di upline hingga habis.

4. Bisnis Skema Ponzi Biasanya Tidak Terdaftar di OJK

Sebelum ikut serta dalam bisnis, cek dulu bisnis tersebut di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika tidak ada, bisa jadi bisnis ini adalah investasi bodong.

Selain mewaspadai penipuan dengan skema Ponzi, Anda juga harus mewaspadai modus penipuan lainnya. Khususnya saat Anda melakukan pembayaran jual beli online. Sebelum mengirim uang, cek dulu nomor rekening penerima di sini. Anda pun bisa memastikan penerima bukanlah penipu.

Apakah Anda punya pengalaman dengan bisnis skema Ponzi? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar, ya?

Tetap waspada, semoga bermanfaat, dan terima kasih.

Baca juga: Waspada Money Game, Begini Cara Menghindarinya.