Credit Scoring, Apa Maksud dan Fungsinya?

Credit Scoring, Apa Maksud dan Fungsinya?

Credit Scoring kerap diaplikasikan oleh bank dan lembaga pembiayaan lainnya. Hal ini bertujuan untuk menentukan layak atau tidaknya sesorang untuk diberi dana pinjaman. Berikut ulasan lebih jauh mengenai Credit Scoring yang wajib Anda ketahui.

  1. Mengenal Lebih Dalam Credit Scoring
  2. Cara Meningkatkan Credit Scoring
  3. Mengapa Credit Scoring Harus Dilakukan?

Mengenal Lebih Dalam Credit Scoring

Pada dasarnya, Credit Scoring atau Penilaian Kredit ini berfungsi untuk menentukan layak atau tidaknya calon peminjam/ nasabah mendapatkan pinjaman dana. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan program statistic yang berisi data-data pribadi si peminjam.

Ada banyak sekali hal yang dinilai dalam credit Scoring. Sebagai contoh, data dari seseorang dikumpulkan untuk mengetahui sejarah peminjaman sebelumnya. Mereka juga dicek pembayaran tagihannya, khususnya dalam hal ketepatan waktu. Banyaknya pinjaman juga bisa jadi pertimbangan.

Penilaian kredit sangatlah membantu kinerja perbankan dan lembaga keuangan. Mereka bisa melakukan analisis permohonan kredit dengan lebih baik. Hal ini disebabkan oleh sejauh ini, data kredit report debitur hanya bisa dicek di BI. Sebagai informasi, data-data ini bisa berupa usia, status pernikahan, jumlah keluarga, pekerjaan, status hunian, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.

Cara Meningkatkan Credit Scoring

Ada banyak persyaratan dalam tahap penilaian kredit, secara garis jika Anda memenuhi hal-hal dibawah ini, maka credit scoring Anda bisa meningkat dan kemungkinan mendapatkan dana pinjaman dari bank bisa lebih besar.

  • Memenuhi persyaratan pihak bank*
  • Memenuhi syarat penghasilan
  • Profil peminjaman yang bersih
  • Riwayat siklus pembayaran tagihan selalu tepat waktu

*Syarat dan kebijakan setiap Bank bisa saja berbeda

Mengapa Credit Scoring Harus Dilakukan?

Inti dari tindakan penilaian kredit adalah menentukan kelayakan seseorang. Bank atau lembaga keuangan pun bisa memastikan apakah mereka sebenarnya layak mendapatkan pinjaman atau tidak. Berikut adalah berbagai fungsi dari credit yang bisa Anda pelajari.

1. Demi Menentukan Kemampuan Bayar Seseorang

Biasanya, penilaian kredit hanyalah dilakukan dengan mengecek riwayat peminjaman dan pembayaran. Hanya, kini penilaian kredit yang dilakukan lembaga keuangan cenderung jauh lebih spesifik. Hal ini disebabkan oleh adanya sistem penilaian kredit yang telah terintegrasi.

Hampir semua pihak bank atau lembaga keuangan memiliki big data. Data-data ini bisa mereka akses bersama. Isinya juga termasuk riwayat orang-orang yang melakukan peminjaman atau pembayaran sebelumnya.

Berdasarkan big data ini pula, pihak bank bisa melakukan strategi lebih baik untuk menentukan kelayakan seseorang. Mereka bisa saja melakukan pendekatan secara psikologis atau menilai kepribadiannya. Mereka juga bisa mengecek kebiasaan berbelanja atau penggunaan kartu kreditnya.

2. Evaluasi dan Analisis Permohonan Pinjaman

Salah satu tugas yang cukup sulit dilakukan adalah menganalis para pemohon pinjaman. Dengan adanya penilaian kredit, tugas ini pun bisa dengan lebih mudah dilakukan. Banyak bank yang bahkan sengaja memakainya sebagai acuan untuk menentukan kelayakan seseorang.

Keberadaan sistem penilaian kredit yang terintegrasi bisa membuat bank mendapatkan data lebih banyak. Semakin banyak informasi, penilaian terhadap calon peminjam pun jadi lebih akurat. Risiko untuk mengalami kredit macet di masa depan pun bisa ditekan.

3. Membantu Proses Survei Permohonan Pinjaman

Proses survei pada pemohon pinjaman bisa lebih mudah untuk dilakukan dengan sistem credit scoring. Hal ini disebabkan oleh proses survei yang iasanya membutuhkan waktu lama. Apalagi jika data yang dimiliki petugas sangatlah terbatas.

Dengan adanya sistem penilaian kredit terintegrasi, data yang diperlukan bisa didapat dengan lebih. Data ini bahkan cukup lengkap, baik itu perorangan, UMKM, atau badan lainnya.

4. Menurunkan Biaya Operasional

Keberadaan sistem penilaian kredit terintegrasi sangatlah membantu bank dan lembaga keuangan. Tak hanya lebih cepat dan akurat, hal ini bisa menurunkan biaya operasional.

Sebagai contoh, petugas survei tak perlu lagi harus susah payah mendatangi pemohon peminjaman. Dengan adanya data riwayat peminjaman sebelumnya, mereka pun bisa menentukan kelayakannya.

Setelah memahami tentang credit scoring, Anda sebaiknya juga mengetahui cara melaporkan kasus penipuan. Caranya mudah, Anda tinggal melaporkannya di sini. Dengan melaporkannya di Kredibel, Anda bisa mencegah orang lain jadi korban penipuan di kemudian hari. Dan oknum penipuan tidak memiliki kesempatan untuk melakukan aksisnya.

Apakah Anda memiliki informasi lain tentang credit scoring? Jika iya, jangan ragu untuk membagikan informasi yang Anda miliki di kolom komentar, ya?

Sekian dan semoga bermanfaat!

Sumber: Pintek

Baca Juga: Waspada Money Game, Begini Cara Menghindarinya