Modus Penipuan

Empat Modus Penipuan Barang Impor, Waspada!

Setiap tahunnya, Bea Cukai menerima ribuan laporan penipuan barang impor. Penipuan ini kini sering terjadi lewat toko online. Mengingat barang impor bisa saja lebih mahal, bagaimana cara agar kita bisa menghindari dari modus penipuan ini?

Mengenal Beberapa Modus Penipuan Barang Impor

Selain bisa merugikan negara, penipuan barang impor juga bisa merugikan pembeli. Sayangnya, tak hanya barang yang tidak kita terima. Dalam realitanya, kita juga bisa kehilangan uang dalam jumlah yang cukup banyak.

Lantas, seperti apa sih modus penipuan barang impor yang sebaiknya diwaspadai?

1. Tawaran Barang Sitaan Bea Cukai

Modus penipuan barang impor ini cukup sering ditemui. Banyak pedagang toko online yang mengaku mendapatkan barang sitaan dari Bea Cukai. Barang-barang ini tidak memiliki pajak, berupa barang black market, atau didapatkan dari kapal. Harganya cukup murah sehingga menarik perhatian banyak orang. Barang yang dibeli juga tidak memiliki resi atau dilengkapi dengan resi palsu.

2. Lelang Fiktif

Modus penipuan barang impor lainnya adalah lelang fiktif. Banyak pedagang online shop yang mengaku membuka lelang barang dari sitaan bea cukai. Harga yang ditawarkan cukup murah namun lelang dilakukan secara tertutup.

Satu hal yang pasti, Bea Cukai selalu membuka lelang secara resmi dan terbuka. Info soal lelang juga dikeluarkan oleh akun resminya. Jika ada yang menyebut ada lelang tertutup, menandakan penipuan.

3. Barang Tertahan di Luar Negeri

Di modus ini, penjual mengaku barang tertahan di luar negeri dan sulit untuk dibawa masuk. Agar barang bisa dibawa masuk, pembeli diminta membayarkan sejumlah uang. Harga barang pun menjadi lebih mahal. Sayangnya, barang ini tidak pernah ada dan penipu sulit dihubungi.

4. Mengaku Dari Ditjen Bea Cukai

Sebelumnya, pembeli membeli barang impor lewat toko online. Hanya, tiba-tiba ada seseorang mengaku dari Ditjen Bea Cukai dan menyebut barang tersebut tertahan. Pelaku mengaku bisa membantu menyelesaikan hal ini asalkan dikirim sejumlah uang tertentu. Padahal, barang yang dikirim tidak pernah ada.

“Adakah cara untuk kita antisipasi penipuan barang impor tersebut?”

Selain mencermati hal-hal yang sudah disebutkan diatas, Anda juga bisa mengecek nomor rekening atau nomor telepon di sini. Hal ini untuk mengantisipasi menjadi korban penipuan.

Dengan cek rekening atau nomor telepon juga Anda bisa mengetahui apakah pemilik nomor rekening yang Anda cek penipu atau bukan, pernah dilaporkan melakukan penipuan atau tidak, dan sebagainya.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengetahui detail laporan dari korban penipuan apabila pemilik nomor rekening yang Anda cek adalah penipu. Anda bisa melihat total kerugian dari para korban penipu tersebut.

Dengan cek rekening atau nomor telepon ini, diharapkan Anda bisa lebih bijak dan berhati-hati lagi dalam berbelanja online.

“Bagaimana jika kita terlanjur menjadi korban?”

Dan jika Anda menjadi korban penipuan? Segera laporkan di sini ya! Dengan melaporkan penipuan, Anda sudah menyelamatkan orang lain dari penipu yang Anda laporkan apabila orang lain tersebut mengecek nomor rekening yang sama.

Punya pengalaman membeli barang impor, tidak? Bagi pengalamanmu di kolom komentar, ya? Tetap waspada, semoga bermanfaat, dan terimakasih.

Baca juga: Ciri-Ciri Penipuan Barang Impor.