Tentang Pencucian Uang

Hati-Hati dengan Pencucian Uang, Apa Saja Modusnya?

Hati-hati dengan pencucian uang. Biasanya, kasus yang juga dikenal dengan istilah money laundering ini bisa membuat geger banyak orang. Hanya, terkadang kasus ini juga menyeret orang-orang yang tak terlibat karena dijadikan kambing hitam. Sebenarnya, seperti apa sih pencucian uang sebaiknya kita waspadai?

Mengenal Lebih Dalam Pencucian Uang

Pencucian uang sering terkait dengan tindak pidana korupsi. Biasanya, hal ini dilakukan demi menyamarkan uang yang sudah didapatkan dari aktivitas ilegal. Sehingga, di suatu waktu, uang ini seakan-akan didapatkan dari aktivitas yang legal.

Banyak orang yang sengaja melakukan pencucian uang untuk memperkaya diri. Dengan mencuci uang, maka asal-asal uang bakal menjadi kabur. Padahal, bisa jadi uang ini dari hasil korupsi, perampokan, hingga perdagangan ilegal.

Hati-Hati dengan Pencucian Uang, Berikut Metode dan Contoh Kasusnya

Beberapa saat lalu, Anda pasti mendengar kasus penggandaan uang Dimas Kanjeng. Nah, banyak orang yang menganggap hal ini sebenarnya juga termasuk pencucian uang. Berikut adalah sejumlah metode pencucian uang perlu Anda ketahui di bank.

Hari Ini, Pembayaran Termin II Subsidi Upah Cair
Source: medcom.id

Mencuci Uang di Bank

Salah satu metode pencucian uang paling sering justru terjadi di bank. Caranya adalah dengan membuat banyak rekening dengan nama-nama yang berbeda. Nama-nama ini tidak selalu berasal dari orang-orang terdekat. Bisa jadi, teman, tetangga, atau pekerja bisa dijadikan pemilik rekening.

Hal ini membuat seakan-akan uang dalam rekening dengan nama orang lain tersebut bersih. Padahal, asal dari semua uang ini dari tindakan ilegal yang dilakukan seseorang. Sang pelaku pun tetap bisa mengambil uang tersebut kapan saja di mana saja.

Metode lain pencucian uang di bank dengan memindahkan deposito fikfif dan transaksi valuta asing. Ada juga yang memilih untuk membuka rekening bank fiktif di luar negeri, khususnya negara yang bebas pajak.

Hati-hati dengan Pencucian Uang Menggunakan Transaksi Online Fiktif

Aturan transaksi online di Indonesia cenderung masih lemah. Hal ini membuat adanya kemungkinan pencucian uang dengan transaksi online fiktif. Sebagai contoh, seseorang membuka akun penjual dan pembeli palsu. Nah, transaksi ini dilakukan oleh orang yang sama. Uang yang dipakai dalam transaksi ini pun seakan-akan sudah legal.

Hati-hati dengan Pencucian Uang Bermodus Mencari Negara Tax Haven

Pelaku pencucian uang membeli saham di perusahaan fiktif di negara tax haven alias bebas pajak. Padahal, perusahaan ini juga mereka sendiri yang membuatnya. Seakan-akan, uang ini berasal dari transaksi legal.

Sejumlah Hukum Pencucian Uang di Indonesia

Pelaku pencucian uang ternyata bisa beruurusan dengan hukum. Aturan tersebut adalah UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Terdapat setidaknya tiga pasal yang mengatur hal ini.

Pasal 3

Di pasal ini, orang yang diduga melakukan pencucian uang berisiko dihukum paling lama 20 tahun. Selain itu, mereka juga berpotensi didenda paling banyak Rp 10 miliar. Pencucian uang di sini adalah mentransfer, membelanjakan, menitipkan, hingga menukarkan amta uang dan surat berharga ke luar negeri

Pasal 4

Di pasal ini, pelaku tindak pidana pencucian uang paling lama dihukum 20 tahun. Mereka juga akan dikenakan denda paling banyak Rp 5 miliar. Di sini, pencucian uang yang dimaksud adalah menyembunyikan asal usul harta kekayaan yang diduga dari tindak pidana.

Pasal 5

Di pasal ini, pelaku tindak pidana pencucian uang bisa dikenakan penjara paling lama 5 tahun serta denda paling banyak Rp 1 miliar. Pasal ini ditujukan pada orang yang terlibat dalam kasus pencucian uang orang lain.

Selain hati-hati dengan pencucian uang, Anda harus cermat dengan risiko penipuan. Jika akan melakukan transfer uang ke orang lain, pastikan mengecek nomor rekening tujuan dulu di sini. Meski terlihat sepele, Anda bisa memastikan apakah penerima berpotensi menipu atau tidak.

Apakah Anda pernah mengetahui kasus pencucian uang? Ceritakan kasus ini di kolom komentar, ya?

Tetap waspada, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Baca juga: Waspada Money Game, Begini Cara Menghindarinya