Penipuan Tokopedia

Cegah Penipuan, Tokopedia Gunakan Kecerdasan Buatan

Penipuan adalah hal yang wajar terjadi di berbagai marketplace seperti Tokopedia. Hanya saja, bukan berarti marketplace tersebut hanya “berpangku tangan” melihatnya. Tokopedia misalnya, kini menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) demi mencegah atau menurunkan kemungkinan terjadinya penipuan.

Kecerdasan Buatan (AI) Dipakai Tokopedia untuk Mencegah Penipuan

Kecerdasan buatan yang dipakai oleh Tokopedia untuk mencegah terjadinya penipuan diklaim bisa mengoptimalkan pengalaman pengguna karena bisa menyediakan tingkat personalisasi yang cukup tinggi. AI ini juga dianggap bisa melakukan prediksi dan rekomendasi dengan lebih baik.

Tokopedia menjelaskan bahwa penggunaan kecerdasan buatan ini diterapkan demi menyelesaikan berbagai macam masalah dari para pengguna baik itu dari para pembeli, penjual, partner hingga karyawan dari Tokopedia.

Selain itu, kecerdasan buatan ini juga dianggap bisa mengurus atau menata data dengan baik. Logikanya, jika data bisa ditata dengan baik, maka prediksi dan otomasi yang akan disediakan tentu akan jauh lebih baik.

Sejak Maret 2020, Tokopedia mengaku sudah memakainya di bagian pencarian serta prediksi permintaan terhadap sebuah produk. Selain itu, kecerdasan buatan ini juga digunakan untuk meningkatkan customer care dengan memakai Chatbot. Tokopedia mengaku akan menggunakannya di berbagai divisi, platform, serta fungsi.

Penggunaan kecerdasan buatan ini ternyata bisa membuat hasil pencarian di Tokopedia menjadi lebih bersih dan menyesuaikan dengan keinginan serta kebutuhan penggunanya. Selain itu, prediksi yang dihasilkan terkait dengan permintaan pada suatu produk di sebuah lokasi ternyata juga cukup menggembirakan.

Kecerdasan Buatan Dipakai untuk Mencegah Penipuan di Tokopedia

Kecerdasan buatan ini juga telah dipakai untuk menurunkan terjadinya penipuan. AI ini bisa dipakai untuk mengecek bagian sistem, orang-orang yang menjadi pengguna Tokopedia, serta di dalam proses penggunaannya, termasuk dalam hal interaksi antar pengguna atau transaksi.

Sebagai contoh, jika ada penjual yang mengirim barang ke lokasi yang sama dan dengan jumlah produk yang mirip di waktu yang berdekatan, kecerdasan buatan ini bisa segera memberitahukan pada pengecek di Tokopedia.

Sementara itu, pencegahan di bagian fraud masih dilakukan dengan cara manual oleh tim yang telah dibentuk oleh Tokopedia. Khusus untuk bagian proses, Tokopedia memilih untuk tidak memakai sistem cash on delivery atau COD. Mereka lebih memilih untuk melakukan kerja sama dengan minimarket atau kantor pos sebagai tempat pembayaran alih-alih mempercayakan penyerahan uang pembeli kepada kurir.

Meski Tokopedia sudah memakai kecerdasan buatan, tak ada salahnya untuk tetap waspada dan selalu mengecek rekening dan nomor telepon penjual disini terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli atau melakukan transaksi demi mencegah kemungkinan terjadinya penipuan.

Kalau menurut Anda, tindakan Tokopedia sudah cukup atau belum nih dalam meminimalisir penipuan. Berikan pendapatmu di kolom komentar, ya? Teimakasih.

Baca juga: Modus Penipuan di Bukalapak.