penipuan bank btpn

Kenapa Banyak Penipu Menggunakan Bank BTPN? Baca Ini Sekarang!

Bank BTPN merupakan salah satu Bank dengan reputasi baik dan selalu memberikan inovasi agar nasabah bisa melakukan transaksi dengan aman dan mudah. Namun bukan tanpa masalah, kenyataannya banyak oknum penipu yang menggunakan bank BTPN untuk menipu para nasabah Bank BTPN. Kenapa oknum-oknum penipuan menggunakan Bank BTPN sebagai modus untuk melakukan aksinya? Simak ulasannya dibawah ini.

Berikut poin-poin penting mengenai Kenapa Banyak Penipu Menggunakan Bank BTPN.

  1. Kasus Penipuan Menggunakan Bank BTPN
  2. Kenapa Penipu Menggunakan Bank BTPN?
  3. Pihak Bank BTPN Ajak Nasabah Agar Lebih Waspada

Kasus Penipuan Menggunakan Bank BTPN

Seorang nasabah Jenius Bank BTPN kehilangan uang Rp. 110 juta. Nasabah bernama Riri itu mengalami penipuan dan membagikan pengalaman pahitnya tersebut dalam utasan Twitter di akunnya, @theresiaavila. “Penipuan lebih dari Rp. 110 juta mengatasnamakan Jenius BTPN,” demikian tulisnya, pada Minggu (18/7/2021).

Pada awalnya dia menerima telepon dari seorang yang mengaku dari customer service Jenius milik Bank BTPN. Orang itu meminta Riri mengganti kartu debit yang disebut sebagai kebijakan bank secara bertahap kepada seluruh nasabah.

“Terus gue diminta isi link https://bit.ly/Jenius_Connection…. Sambil ngisi link tersebut, CS sambil jelasin ‘Nanti limit tarik tunai kartu baru mbak akan dinaikkan ya karena mbak merupakan nasabah dengan transaksi yang aktif di @JeniusConnect’ (dia tahu transaksi gue aktif?),” tulisnya.

Namun, Riri mulai curiga ketika yang bersangkutan mengetahui jika Riri memiliki akun bank lain. Selanjutnya, si penelpon juga meminta Riri menyebutkan akun bank lainnya, namun dia menolak. Saat tersadar ada yang aneh, maka Riri segera mengecek akun Jenius miliknya. Sayangnya, ia sudah tidak bisa mengakses akun Jenius miliknya.

“Di momen gue sadar ada yang enggak beres, gue buka aplikasi Jenius gue udah ke log-out dan enggak bisa pas gue coba login lagi, gue telpon CS @JeniusConnect @jeniushelp dan yang gue sayangkan gue harus nunggu sekitar >15 menit, mereka bantu blokir akun gue,” imbuhnya.

Namun, layanan pelanggan Jenius menyarankan Riri untuk mendatangi kantor cabang BTPN keesokan harinya. Saat itu, ia baru mengetahui bahwa saldo pada akun Jeniusnya hanya tersisa Rp1 dari sebelumnya kurang lebih Rp100 ribu.

Ironisnya, penipu tersebut juga membobol seluruh deposito milik Riri, sehingga total ia kehilangan uang Rp110 juta. Sayangnya, Riri tidak mendapatkan pemberitahuan pencairan deposito dari Jenius, yakni Jenius Maxi Saver.

“Dalam waktu <25 menit mereka bisa menguras deposito gue sekali lagi tanpa ada notifikasi yang gue terima atas cairnya deposito/transaksi keluar dari rekening gue. NANGIS BANGET @JeniusConnect,” unggahnya.

Belakangan, Riri  mengetahui bahwa seluruh dananya ditransfer ke akun Jenius dengan nama Afifudin. Karenanya, ia melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib. Namun, Riri mengaku kecewa lantaran pihak Jenius tidak segera memblokir rekening atas nama Afifudin tersebut. Bahkan, ia menilai tanggapan Jenius atas kejadian ini cenderung kurang tanggap.

“Gue udah berkali-kali membuat pengaduan lewat telepon ke CS, pengaduan langsung ke Jenius pusat di menara BTPN, dan email [email protected], tapi belum dapat pencerahan atas masalah ini @JeniusConnect,” imbuhnya.

Menanggapi kejadian itu, Daya and Corporate Communications Head BTPN Andri Darusman mengungkapkan Jenius telah menghubungi Riri. Pihak Jenius juga telah memblokir akun penerima dana transfer milik Riri.

“Kami telah memblokir akun Jenius penerima dana penipuan pada kesempatan pertama ketika nasabah melapor ke Jenius Help,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/7).

“Berdasarkan laporan nasabah, dirinya diperdaya oleh pelaku penipuan untuk memberikan informasi bersifat rahasia dan pribadi melalui link tidak resmi, sehingga akun Jenius miliknya disalahgunakan oleh pelaku penipuan,” lanjutnya.

Riri menuturkan BTPN akan tunduk pada prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta senantiasa membantu nasabah apabila dibutuhkan pada proses lebih lanjut. Ia juga mengingatkan nasabah tidak memberikan informasi yang bersifat rahasia seperti PIN, password, e-mail, One Time Password (OTP), dan data di aplikasi serta kartu Jenius dalam kepada pihak lain, termasuk pihak Jenius.

“Di Jenius, keamanan nasabah merupakan prioritas utama kami dalam menerapkan tingkat keamanan berlapis dengan teknologi terkini. Namun, perlu diwaspadai bahwa banyak oknum yang menyalahgunakan kesempatan dengan modus kejahatan yang beragam,” tandasnya.

Kenapa Penipu Menggunakan Bank BTPN?

Mendaftar akun Bank BTPN terbilang cukup mudah, cepat dan praktis. Anda tidak perlu repot-repot datang ke Bank, cukup registrasi melalui Aplikasi Jenius dan siapkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Namun, kemudahan ini justru dimanfaatkan oleh oknum penipu untuk melakukan penipuan. Sehingga banyak oknum menggunakan akun Jenius Bank BTPN untuk melakukan penipuan.

Cara daftar akun Jenius BTPN, yaitu :

  1. Download Aplikasi Jenius di App Store atau Google Play Store
  2. Siapkan KTP untuk melakukan registrasi
  3. Isi  data diri dengan memasukkan e-mail dan nomor handphone yang aktif
  4. Foto KTP asli dan usahakan hasil foto terlihat jelas
  5. Tentukan nama untuk @Cashtag, lalu nama di Kartu Debit Jenius
  6. Buat kombinasi PIN dan Password yang terdiri dari huruf kecil, huruf besar, dan angka untuk autentikasi transaksi di Jenius, kemudian tentukan 6 digit PIN yang digunakan untuk login ke Jenius App.
  7. Pilih Aktivasi Sekarang untuk mengaktifkan Jenius. Ada dua pilihan, yaitu Aktivasi Dengan Video Call dan Ke Lokasi Jenius & Cabang BTPN
  8. Jika tidak ingin ke Bank, maka pilih Aktivasi Dengan Video Call. Nanti Crw yang membantu aktivasi rekening melalui video call atau meet up. Pilihan aktivasi ini membutuhkan koneksi internet yang stabil dan tersedia di setiap hari kerja pada jam 08.00-21.00 WIB
  9. Setelah rekening Jenius aktif, Anda bisa mengaktifkan kartu debit m-Card atau memesan pembuatan kartu debit x-Card dari aplikasi Jenius. Proes registrasi membutuhkan waktu kurang dari 10 menit jika pendaftar sudah menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan.

Pihak Bank BTPN Ajak Nasabah Agar Lebih Waspada

Melihat fenomena ini, Bank BTPN secara terus-menerus mengevaluasi proses dan kemudian memperbaikinya untuk memastikan bahwa nasabah bisa selalu bertransaksi dengan aman.

Dari sisi pengaduan nasabah, Irwan S. Tisnabudi, Head of Digital Banking Bank BTPN menegaskan, “Kami berkomitmen akan menindak tegas setiap laporan yang diterima terkait penyalahgunaan rekening untuk melakukan penipuan, termasuk transaksi online. Proses blokir rekening pelaku juga dipermudah, setiap kali muncul laporan dari masyarakat yang disertai bukti-bukti pendukung, seperti antara lain screen capture chat atau SMS, dan bukti transfer atau pembayaran ke rekening pelaku penipuan.”

Namun tidak berhenti disitu, Bank BTPN juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk mengedukasi masyarakat melakukan validasi rekam jejak rekening bank di website cekrekening.id. Database ini bisa diakses publik dengan harapan dapat membatasi gerak penipu, memeriksa rekam jejak rekening bank tujuan sebelum melakukan transaksi online, sekaligus meminimalkan jumlah korban.

Upaya lainnya, menggencarkan edukasi dengan tiga target. Pertama, mengajak masyarakat untuk lebih hati-hati dalam bertransaksi, termasuk waspada terhadap penipuan untuk mendapatkan data-data pribadi melalui social engineering dan modus lainnya seperti phishing, smishing, dan vhishing yang dilakukan dengan mengatasnamakan Bank.

Upaya lainnya, menggencarkan edukasi dengan tiga target, yaitu :

  1. Pertama, mengajak masyarakat untuk lebih hati-hati dalam bertransaksi, termasuk waspada terhadap penipuan untuk mendapatkan data-data pribadi melalui social engineering dan modus lainnya seperti phishing, smishing, dan vhishing yang dilakukan dengan mengatasnamakan Bank.
  2. Kedua, memberikan pemahaman bahwa blokir rekening milik penipu, secepat apapun itu, bukan berarti uang korban akan kembali. Sekali transfer, sedetik itu pula penipu akan mencairkannya.
  3. Ketiga, membangun kesadaran bersama bahwa dalam setiap aksi penipuan, bank juga turut menjadi korban. Oleh karena itu, menyalahkan bank merupakan tindakan kurang bijak dan salah sasaran.

BTPN juga telah melakukan edukasi secara berkala mengenai keamanan data pribadi dan keamanan bertransaksi secara offline dan online yang diinformasikan secara rutin melalui berbagai medium seperti email, artikel, media sosial, push notification, hingga beragam kegiatan bersama komunitas. Termasuk menyampaikan informasi mengenai pemberian pinjaman melalui fitur Flexi Cash di Jenius.

Sebelum melakukan transaksi, Anda bisa dengan mudah mengecek nomor rekening dan nomor telepon tujuan untuk meminimalisir terjadinya tindakan penipuan disini. Dengan melakukan itu, Anda bisa terhindar dari aksi-aksi penipuan online dan membantu orang lain terhindar dari hal serupa.

Apakah Anda pernah mengalami penipuan yang mengatasnamakan Bank BTPN? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar, ya?

Sekian dan semoga bermanfaat.

Sumber: CNN Indonesia, CNBC Indonesia

Baca Juga: Tips Aman Menggunakan Internet Banking