Mencegah Pembobolan Dana Rekening

Mencegah Pembobolan Dana Rekening, Begini Caranya

Mencegah pembobolan dana rekening tabungan harus Anda ketahui. Hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya kasus pembobolan dana rekening yang sangat merugikan. Ada korban yang bahkan sampai kehilangan ratusan juta Rupiah! Hal ini tentu tidak bisa disepelekan, bukan?

Berbagai Cara Mencegah Pembobolan Dana Rekening

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika ingin mencegah pembobolan dana rekening. Berikut adalah cara-cara tersebut.

1. Cermat Saat Menggganti Ponsel atau Nomor Ponsel

Salah satu faktor tingginya kasus pembobolan dana rekening adalah pengguna ponsel yang tidak cermat. Sebagai contoh, saat menjual ponsel, mereka tidak menghapus aplikasi m-banking. Mereka juga tidak melakukan reset pabrik, menghapus riwayat SMS, serta mengeluarkan akun e-mail.

Padahal, SMS dan e-mail bisa saja berisi kode OTP atau riwayat transaksi. Orang lain pun bisa saja mengakses rekening Anda. Ada baiknya juga Anda menghapus akun-akun dompet digital dan e-commerce sebelum menjual ponsel.

Jika Anda berganti nomor, hentikan layanan perbankan terlebih dahulu dari nomor sebelumnya. Jika perlu, hubungi bank untuk memastikan layanan memang sudah dihentikan.

2. Mencegah Pembobolan Dana Rekening dengan Rutin Mengganti PIN

Tak hanya nomor PIN ATM, PIN untuk layanan m-banking, e-banking, dan dompet digital sebaiknya rutin Anda ganti. Selain itu, hindari kombinasi PIN yang mudah ditebak seperti tangga lahir atau alamat. Pastikan PIN mudah diingat namun tidak bisa ditebak orang lain.

Jangan menyimpan PIN di catatan atau pesan di ponsel Anda. Jika terjadi apa-apa di ponsel, bisa jadi orang lain bisa dengan mudah mengakses rekening tabungan Anda.

3. Perbarui Data Jika Diperlukan

Meski terlihat sepele, pembaruan data sangatlah penting dan perlu Anda lakukan. Sebagai contoh, jika Anda berpindah alamat, segera hubungi bank. Anda pun tidak akan mengalami masalah perbedaan alamat di buku tabungan dan KTP. Selain itu, orang lain tidak akan mudah menyalahgunakan data untuk mengambil dana di rekening tabungan Anda.

Pembaruan data tak hanya harus dilakukan di kantor bank terdekat. Anda juga bisa memakai aplikasi atau layanan online untuk melakukannya.

4. Rajin Mengecek Transaksi

Hal sepele lain yang perlu Anda lakukan adalah dengan rutin mengecek transaksi. Sebagai contoh, selalu cek transaksi di mobile banking dan internet banking Anda. Jika Anda menemukan hal yang mencurigakan, segera ambil tindakan. Mintalah bank memblokir akun layanan perbankan, kartu kredit, atau kartu debit.

Anda juga bisa mengaktifkan notifikasi transaksi lewat SMS. Jika ada transaksi yang tidak Anda lakukan, akan muncul pemberitahuan. Anda pun bisa segera melakukan tindakan untuk mengatasinya.

Jaga Data Pribadi, Termasuk Data Perbankan

Jika ada SMS atau pesan Whatsapp yang mencurigakan, jangan sembarangan membukanya. Apalagi jika pesan tersebut berisi tautan mencurigakan. Meski tautannya mirip dengan layanan resmi, bisa jadi pesan tersebut adalah tautan phising. Tautan ini bisa menyedot data pribadi, termasuk data perbankan Anda.

Selain itu, pastikan untuk tidak mengungkap data pribadi seperti PIN, OTP, serta CVV kartu kredit ke orang lain. Jika sampai ketahuan, maka isi rekening Anda bisa saja diambil orang lain.

Selain mencegah pembobolan dana rekening, Anda juga harus waspada saat melakukan transaksi. Khususnya saat melakukan jual beli secara daring. Pastikan untuk selalu mengecek nomor rekening tujuan sebelum mengirim uang di sini.

Meski terlihat sepele, Anda bisa mengecek apakah nomor rekening tujuan milik penipu atau tidak. Anda pun tidak akan menjadi korban penipuan.

Kalau menurut Anda, adakah tips lain yang perlu dilakukan demi mencegah pembobolan dana rekening di bank? Bagikan tips-tipsmu di kolom komentar, ya? Tetap waspada, semoga bermanfaat, dan terima kasih.

Baca juga: Bisnis Database, Penipuan atau Bukan?