Penipuan Jual Beli Properti

Penipuan Jual Beli Properti, Apa Saja Modusnya?

Penipuan Jual beli properti seperti rumah dan tanah semakin marak terjadi. Apalagi di zaman yang serba online seperti sekarang. Banyak penipu yang menyalahgunakan ketidaktahuan banyak orang akan teknologi. Masalahnya, kerugian yang disebabkan oleh penipuan di bidang properti ini bisa sangat besar.

Berbagai Modus Penipuan Jual Beli Properti

Terdapat sejumlah modus penipuan jual beli properti yang patut untuk Anda waspadai. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Waspadai Harga Murah dan Tawaran Lokasi Strategis

Siapa sih yang tidak tergoda dengan tawaran murah dengan harga murah. Apalagi jika lokasinya juga cukup strategis. Hanya, Anda harus ingat bahwa lokasi properti strategis tidaklah murah. Harga rumah atau tanah di sana biasanya cukup mahal karena memiliki potensi yang besar. Memang, terkadang ada yang harganya murah, namun karena faktor lain seperti butuh uang.

Jika harga rumah di lokasi strategis terlalu murah. Sebaiknya diwaspadai karena bisa jadi hal ini adalah penipuan.

2. Notaris Palsu

Berhati-hatilah jika membeli rumah dan penjualnya sudah menyediakan jasa notaris. Bisa jadi, notaris tersebut adalah notaris palsu. Sayangnya, notaris palsu ini sudah sangat ahli sehingga seperti bisa menyediakan sertifikat asli. Anda sudah merasa aman dan menyetor banyak uang. Padahal, Anda menyetor uang ke penipu.

3. Meminta DP Besar Sebagai Tanda Jadi

Sebenarnya, Sangat wajar jika pembelian rumah disertai dengan DP. Hanya, jika DP yang diminta sangat besar. Apalagi jika disertai dengan iming-iming diskon, sebaiknya diwaspadai. Anda harus mengeceknya lagi apakah tawaran properti ini memang nyata atau modus dari penipuan.

4. Waspadai Booking Fee bagi Agen

Banyak agen properti yang menawarkan rumah atau tanah dengan harga murah. Mereka hanya meminta Anda membayar sejumlah booking fee. Dengan kata-kata manis, mereka bisa membuat Anda percaya akan segera mendapat properti terbaik. Masalahnya, bisa jadi mereka hanya mengincar booking fee saja.

Pastikan untuk memakai agen properti yang bisa dipercaya. Teliti juga dari mana agen-agen tersebut dan rekam jejaknya.

Mencegah Penipuan Jual Beli Properti

Terdapat sejumlah hal yang bisa Anda lakukan agar tidak mudah tertipu saat melakukan jual beli properti. Berikut adalah berbagai hal tersebut.

  • Jika diminta untuk mentransfer uang, baik itu untuk DP atau untuk keperluan lain, cek dulu di sini. Anda bisa memastikan apakah nomor rekening penerima bukanlah dimiliki oleh penipu.
  • Selalu periksa harga properti di pasaran. Kini ada banyak situs yang menyediakan prakiraan harga property secara online. Jangan mudah percaya dengan harga properti yang terlalu murah.
  • Selalu cek harga dan fasilitas yang ditawarkan. Selain itu, cek pula lokasi dari properti tersebut. Jika memang mahal namun fasilitas dan lokasi strategis. Tak ada salahnya membelinya.
  • Jangan mudah percaya dengan iklan. Pastikan untuk selalu mengeceknya terlebih dahulu lokasi properti untuk mengetahui kondisinya. Anda pun tidak akan mudah tertipu.
  • Selalu cek pengembang. Jika perlu, Anda bisa mengecek tentang izin resmi dari pemerintah setempat. Izin tersebut berupa penggunaan lahan, tata ruang, mendirikan bangunan, dan lain-lain.
  • Cek sertifikat di di Badan Pertanahan Nasional. Anda bisa memastikan sertifikat asli atau tidak. Selain itu, cek pula kelengkapan dokumen seperti pajak bumi dan bangunan.
  • Sebelum sertifikat ada di tangan, jangan melunasi pembayaran. Selain itu, jika Anda mulai mengurusnya ke notaris, pastikan untuk mengeceknya dulu di Ikatan Notaris Indonesia.

Apakah Anda memiliki tips lain saat jual beli properti? Berikan tips-tips tersebut di kolom komentar, ya? Tetap wapada, semoga bermanfaat, dan terima kasih.