Penipuan Obat Covid-19 di Online Shop

Penipuan Obat Covid-19 di Online Shop dan Cara Menghindarinya!

Pandemi Covid-19 membuat semua lapisan masyarakat di Indonesia sangat kesulitan. Bahkan sejak adanya virus corona seluruh belahan dunia terus melakukan upaya supaya penyebaran virus tidak semakin parah. Banyak upaya yang telah dilakukan oleh tiap negara demi kelangsungan hidup warga negaranya. Tetapi, dalam situasi sulit akibat wabah corona, rupanya masih ada oknum yang tega memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penipuan dengan modus menjual Obat Covid-19 di Online Shop.

Berikut ini informasi yang perlu diketahui tentang Penipuan Obat Covid-19 di Online Shop.

  1. Kronologis Terjadinya Penipuan Obat Covid-19
  2. Modus Penipuan Obat Covid-19
  3. Tips Terhindar dari Penipuan di Online Shop
  4. Ayo Daftar Vaksin Covid-19!

Kronologis Terjadinya Penipuan Obat Covid-19

Peristiwa ini terjadi pada Jum’at, 23 Juli 2021, yang menimpa pasangan suami istri berinisial YS dan T. Awalnya orang tua YS yang masuk dalam kategori Lansia terdeteksi positif Covid-19 setekah menjalankan tes SWAB Antigen.

“Berdasarkan konsultasi saya dengan teman dokter, Bapak dan Ibu saya harus dikasih minum obat Oseltamivir. Itu katanya obat antivirus ya,” ujar YS menceritakan pengalamannya kepada Kompas.com, Senin (26/7/2021).

Saat itu juga YS dan T pergi mencari obat yang diresepkan dokter. Namun, obat itu tak juga didapatkan. Dia dan istrinya menghubungi banyak toko yang menjual obat tersebut melalui layanan pesan teks di salah satu aplikasi belanja online.

“Ada satu toko yang balas chat-nya cepat. Namanya Toko Apotek Nusantara 887. Saya nanya-nanya di sana, apakah obatnya ada, bisa dikirim segera atau enggak dan sebagainya,” ujar YS.

Setelah itu, Admin pemilik toko tersebut meminta supaya percakapan tidak dilanjutkan melalui aplikasi. Tetapi si penjual meminta percakapan berpindah ke WhatsApp. Padahal etika dalam jual beli online melalui aplikasi / platform belanja online mengharuskan segalanya dilakukan melalui aplikasi atau platform yang digunakan, termasuk melakukan percakapan seputar barang yang akan dibeli nantinya. Dari situ YS sudah curiga, karena penjual sudah melanggaretika dalam jual beli online di platform jual beli online (e-commerce).

YS menolak permintaan admin dan sempat tak menanggapi pesan yang dikirim. “Tapi masalahnya saya bingung ya, harus cari di mana lagi obat itu. Sementara si admin WA saya terus, nanya jadi beli atau enggak,” ujar YS.

“Si admin juga bilang bahwa akunnya sering jadi korban persaingan usaha toko lain. Makanya, dia ngalihin chat ke WA, takut-takut kalau akunnya tiba-tiba dibekukan. Dalam keadaan bingung, saya belilah di dia,” lanjut YS.

“Satu jam, dua jam, tiga jam, saya tunggu, enggak datang-datang juga. Sampai sekarang obatnya enggak ada di saya,” ujar YS.

Setelah YS menunggu berjam-jam, obat yang dipesan tak juga datang. YS juga sudah mencoba menghubungi nomor WhatsApp si penjual, tetapi pesan WhatsApp yang dia kirim tak juga mendapat balasan. Lalu, YS menghubungi dengan nomor yang berbeda dan anehnya pelaku membalas seperti biasa dan sangat responsif. Alih-alih mendapatkan obat yang sudah dipesan, uang YS berhasil dibawa kabur oleh si penjual obat abal-abal tersebut. Akhirnya pasangan suami istri tersebut menyimpulkan bahwa mereka baru saja menjadi korban penipuan online.

“Bingung saya. Di masa sulit seperti sekarang ini, masih ada saja yang tega menipu begitu ya. Sekarang ya saya bingung mau gimana lagi,” lanjut YS.

YS dan T masih mempertibangkan apakah mereka akan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib atau tidak. Namun, keduanya berpesan kepada masyarakat agar jangan mudah tergiur dengan penawaran obat dengan harga miring. Apalagi jika penjual meminta kegiatan jual beli dilakukan diluar aplikasi atau platform e-commerce.

Modus Penipuan Obat Covid-19 di Online Shop

Oknum tidak berperikemanusiaan ini memanfaatkan momentum pandemic untuk melakukan penipuan berkedok menjual obat Covid-19. Aksi ini biasa dilakukan si penipu di platform-platform jual beli online (e-commerce). Hal ini dilakukan karena platform e-commerce mudah diakses, pelaku tak perlu mengantongi izin untuk menjual obat-obatan tertentu jika pemasarannya melalui online. Parahnya, tak sedikit oknum penipuan yang menipu melalui akun toko online bodong.

Pelaku membuat akun toko online bodong agar terlihat seperti toko online pada umumnya. Hal-hal seperti memberikan nama official toko, foto produk, identitas produk dan lain-lain dilakukan oknum penipuan agar toko terlihat baik dan bisa meyakinkan pembeli. Setelah calon korban didapatkan biasanya pelaku akan berusaha sebisa mungkin agar pembeli tertarik untuk melakukan pemesanan produk dan melakukan proses jual beli diluar aplikasi/platform e-commerce.

Ini bertujuan supaya pelaku bisa mendapatkan uang pembayaran dari pembeli langsung menuju rekeningnya tanpa ada pihak ketiga. Dengan begitu, pelaku akan langsung hilang kontak dan korban akan sulit melacaknya.

Tips Terhindar dari Penipuan di Online Shop

Berikut ini adalah tips mudah supaya Anda terhindari dari Penipuan yang sering terjadi ketika membeli barang di Online Shop, diantaranya:

  1. Cari Tahu Identitas Toko
  2. Cek Foto dan Identitas Produk
  3. Cek Testimoni
  4. Cek Nomor Rekening Penjual di Kredibel

Ayo Daftar Vaksin Covid-19!

Dari cerita korban penipuan obat Covid-19 sebelumnya, Obat oseltamivir yang sudah disebutkan oleh YS bukan obat untuk menyembuhkan Covid, melainkan antivirus saja.

Dilansir dari Alodokter.com. Oseltamivir adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi virus influenza tipe A (seperti flu burung) atau B. Gejala-gejala seperti batuk, hidung tersumbat, radang tenggorokan, meriang, hingga lemas bisa diatasi dalam waktu cepat atau dipangkas sebanyak 1-2 hari dengan mengonsumsi obat ini. Jadi sudah jelas bahwa obat ini dikonsumsi untuk influenza tipe A dan B BUKAN untuk menyembuhkan Covid yang notabene-nya tergolong virus baru.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sudah memberikan informasi bahwa Covid-19 ini bisa ditekan angka penularannya melalui Vaksin Covid-19 yang sedang digalakkan sejak pertengahan 2021 dan masih terus berlanjut sampai semua warga Negara mendapat vaksin. Jadi untuk Anda yang belum vaksin, segera daftarkan diri Anda ke puskesmas setempat  atau tempat diadakannya vaksin Covid-19. Ayo Vaksin!

Last but not least, jangan lupa untuk selalu memeriksa nomor rekening dan nomor telepon tujuan disini. Dengan melakukan hal itu, Anda akan terhindar dari penipuan-penipuan online dan mencegah orang lain mengalami kejadian serupa.

Apakah Anda pernah mengalami penipuan saat belanja di Online Shop? Jangan ragu untuk membagikan pengalamanmu di kolom komentar, ya?

Sekian dan semoga bermanfaat!

Sumber: Kompas

Baca Juga: Waspada Penipuan Online di Masa Pandemi