Tips Menghindari Penipuan Berkedok Akun Layanan Konsumen di Medsos

Tips Menghindari Penipuan Berkedok Akun Layanan Konsumen di Medsos

Dengan beragam teknologi canggih yang ada saat ini, Anda bisa dengan mudah mengakses berbagai informasi melalui situs dan media sosial, berkirim pesan daring, dan masih banyak lagi. Sayangnya, perkembangan teknologi ini juga banyak dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber demi mencapai tujuannya. Salah satunya melalui penipuan berkedok akun layanan konsumen. Bagaimana tips menghindari penipuan berkedok akun layanan konsumen di media sosial?

Berikut ini merupakan poin-poin yang harus Anda ketahui, agar terhindar dari penipuan akun layanan konsumen.

  1. Mengenal Modus Penipuan Akun Layanan Konsumen
  2. Tips Menghindari Penipuan Akun Layanan Konsumen

Mengenal Modus Penipuan Akun Layanan Konsumen

Layanan Konsumen atau biasa disebut Customer Service ini memang dibentuk oleh penyedia layanan untuk menampung aspirasi atau keluhan dari para konsumennya. Sehingga aspirasi yang sudah ditampung, bisa jadi bahan evaluasi bagi pihak penyedia untuk terus berinovasi.

Modus penipuan berkedok akun layanan konsumen ini, sudah umum terjadi dikalangan pengguna media sosial. Meskipun penipuan jenis ini memiliki motif atau pola yang sama, pada kenyataannya masih banyak yang menjadi korban. Dari waktu ke waktu jenis penipuan ini kerap muncul di media sosial seperti, Facebook dan WhatsApp.

Baru-baru ini, penipuan berkedok akun layanan konsumen muncul di Twitter. Biasanya oknum penipu membuat akun aduan resmi untuk mengecoh calon korban. Akun layanan konsumen abal-abal ini digunakan untuk mencari tweet atau status yang berisi keluhan dari konsumen, kemudian si penipu merespon tweet/status tersebut dan menyamar sebagai akun layanan konsumen resmi untuk menawarkan bantuan. Setelah berhasil mendapatkan perhatian korban, selanjutnya penipu akan meminta informasi yang bersifat personal untuk kemdian membobol akun rekening korban.

Hal ini pernah menimpa salah seorang pengguna Twitter bernama Kiki. Ketika hendak mengeluhkan layanan BPJS melalui akun @BPJSKesehatanRI di Twitter, tiba-tiba akun layanan konsumen palsu @BpjsRi ikut merespon keluhan Kiki dan menawarkan bantuan dan follow up melalui WhatsApp. Setelah berhasil mendapatkan perhatian korban, oknum penipu akan meminta data-data seperti, kode OTP, foto selfie dengan KTP, foto buku tabungan dan kartu ATM, hingga akhirnya bisa menguras isi rekening korban.

Dikutip dari KompasTekno, praktisi keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya mengatakan, pelaku penipuan ini pintar memanfaatkan bentuk keluhan korban. Para oknum ini menggunakan akun dengan nama yang sangat mirip dengan lembaga aslinya. Tak heran, banyak orang yang masih tertipu dengan akun customer service bodong ini.

Tips Menghindari Penipuan Akun Layanan Konsumen

Meskipun begitu, ada beberapa tips jitu yang bisa Anda ikuti agar terhindar dari modus penipuan berkedok akun layanan konsumen, diantaranya :

1. Perhatikan Tampilan Akun

Para oknum penipuan biasanya menggunakan username akunyang mirip dengan akun resmi lembaga penyedia layanan terkait. Selain username akun, tak jarang foto profil, dan gaya penulisan atau bahasanya juga dirancang sedemikian rupa supaya terlihat lebih meyakinkan. Hal ini cukup membuat calon korban terkecoh dan akhirnya terjebak.

2. Lihat Jumlah Followers dan Traffic Akun

Jumlah followers dan following juga bisa dijadikan cara ampuh agar Anda bisa membedakan akun layanan konsumen asli atau palsu. Biasanya akun resmi memiliki banyak folllowers dan aktif berkomunikasi di media sosial. Selain itu, traffic akun seperti Tweet dan Replies juga bisa dijadikan indikator apakah akun tersebut akun resmi atau abal-abal.

3. Cek Kredibilitas Akun

Pada umumnya, akun resmi layanan konsumen dari lembaga tertentu, sudah memiliki centang biru atau Verified di Twitter. Centang biru ini menandakan bahwa akun tersebut adalah akun resmi dan banyak dicari dan memiliki traffic akun yang baik.

4. Jangan Sembarang Memberikan Data Pribadi

Informasi pribadi tidak seharunya diberikan kepada orang yang belum kita kenal. Terlebih kepada orang yang baru saja kita temui di media sosial. Dengan menjaga identitas pribadi, Anda akan terhindar dari beragam penipuan online yang ada di media sosial.

5. Jangan Asal Transfer

Hal yang perlu Anda ingat, uang merupakan hal yang sensitif. Maka dari itu, Anda sebagai pengguna teknologi khususnya sosial media jangan asal melakukan transfer secara online. Banyak cara yang bisa dilakukan penipu akun layanan konsumen untuk menghasut korbannya agar melakukan transfer. Lembaga resmi biasanya tidak akan memungut biaya apapun saat pelanggannya memberikan keluhan.

Ketika ingin mengajukan aduan melalui akun layanan konsumen di media sosial, pastikan Anda sudah mengikuti tips-tips yang sudah dijelaskan diatas ya! Sebelum melakukan transaksi, Anda bisa terlebih dulu mengecek nomor rekening dan nomor telepon tujuan disini. Cukup dengan sekali klik, Anda bisa meminimalisir terjadinya penipuan online.

Apakah Anda pernah mengalami penipuan berkedok akun layanan konsuumen? Jangan ragu untuk membagikannya di kolom komentar, ya?

Sekian, semoga bermanfaat!

Sumber: Kompas Tekno

Baca Juga: Penipuan Berkedok Investasi Saham, Waspada!